Tuesday, 4 July 2017

Invisibles Cities, Italo Calvino

            Suatu hari Marco Polo berjumpa sang penguasa Kublai Khan, kemudian mereka terlibat percakapan tentang kisah petualangan Marco Polo, dimana ia membagi cerita tentang petualangannya melintasi Asia di abad ke tigabelas, lalu kegiatan ekspor impor yang dijumpainya. Semua hal itu ternyata berhasil membuat sang imperator antusias, namun yang paling istimewa diantara semuanya adalah kisahnya tentang kota-kota yang tak terlihat, dimana semua kota tersebut terlihat menyerupai mimpi, dibangun dengan gairah serta keberanian. Belum habis sampai disitu, karena di kota ini termasuk terdapat ancaman dan segala aturan-aturan yang menciptakan sebuah impresi baru.

              Dalam kisahnya kali ini, Calvino membagi isinya menjadi 9 bagian, dimana setiap kotanya diambil dari nama wanita. Percakapan antara sang penjelajah dan imperator agung dinarasikan dalam bentuk dialog pada awal dan akhir bagian cerita. Dimana percakapan diantara keduanya dibangun dengan amat puitis.

            Calvino memetakan kota-kota imajiner tersebut layaknya menggambarkan keindahan wanita. Sebut saja kota-kota dan memori, kota tersembunyi hingga kota-kota dan kematian menciptakan nuansa sentimentil nan magis. Banyak  yang menyebut jika semua penggambaran  tersebut tak ubahnya metafora kota Venezia. Kompleksitas percakapan antara Marcopolo dan Kublai Khan terasa begitu intens. Entah apapun maksud penggambaran Calvino tentang kota-kota yang tak terlihat, setidaknya ia memperlihatkan keindahan terpendam dalam petualangannya kali ini.

D.A.Seto
04-07-2017

No comments:

Post a Comment