Sunday, 4 June 2017

Satantango, László Krasznahorkai

            Satantango merupakan novel pertama milik penulis asal Hungaria, Laszlo Krasznahorkai.  Pertama kali  dipublikasikan pada tahun 1985,  buku ini akhirnya berhasil diterbitkan empat tahun sebelum runtuhnya komunis  di negara itu, meskipun pada awal penerbitan buku ini sempat dilarang oleh pemerintah komunis Hungaria. Hal itu  tak   menghalangi buku ini  untuk menjelma menjadi sebuah karya penting dalam dunia kesustraan Hungaria. Laszlo  mengambil sudut pandang yang cukup unik kali ini, dimana perhatian utama akan tertuju pada seorang tokoh bernama Irimias yang menjadi semacam nabi, atau jika bukan malah sebagai agen rahasia hingga iblis jahanam sekalipun yang memanipulasi masyarakat setempat di sebuah desa terpencil. Laszlo membungkusnya dengan tema melankolisme dan distopia dengan latar cerita sebuah dusun di  Hungaria yang saat itu berada pada masa pemerintahan komunis. Sepanjang cerita di buku ini tak jarang Laszlo memunculkankan kalimat-kalimat panjang yang amat intens dan tak heran jika gaya berceritanya mengingatkan gaya bercerita Gogol, hingga Bulgakov. Laszlo dianggap brilian dan visioner dalam membangun kerangka serta alur cerita.



             Cerita dibuka dengan sepenggal kalimat Franz Kafka dari novel The Castle : ''In that case, I'll miss the thing by waiting''.  Dari penggalan kalimat pembuka, Laszlo mengirimkan sebuah sinyal jika cerita akan bersinggungan pada sebuah penantian. Seperti halnya dalam Kafka-esque, kita akan  merasakan elemen-elemen keterasingan, alienisasi di dalam penantian. Hungaria di bawah pemerintahan komunis bukan tempat yang indah dalam semesta yang digambarkan Laszlo, dan di sebuah dusun yang ditinggali para kaum pekerja mulai dari montir, kepala sekolah, petani, orang-orang 'gila' hingga pelacur remaja mereka  berkumpul dalam sebuah pub usang yang dipenuhi asap rokok dan jaring laba-laba di atas langit-langit pub . Novel   ini memiliki banyak faktor yang membuatnya diganjar predikat sebagai novel terbaik versi man booker prize pada tahun 2015.  Keistimewaan Laszlo dalam bercerita sekiranya akan mengurungkan niat dirinya yang semula hanya ingin menulis sebuah buku saja, sebagaimana ia sempat menuturkan dalam wawancaranya, karena kini ini ia sudah menjelma menjadi suatu hal yang dinantikan melalui karya-karyanya.





       

Dwinda.A,S
13-06-2017



No comments:

Post a Comment