Friday, 9 June 2017

Acquaformosa

         Italia tak ubahnya sebuah negeri yang melenakan dengan segala kekayaan dan keunikan yang dimiliki. Hampir setiap kota di negeri ini memiliki ciri yang khas yang beraneka rupa. Hal itu membuat siapapun yang mengunjungi kota-kota di negera ini serasa memandangi lukisan-lukisan dengan jenis dan karakter yang berbeda, dan tak jarang keunikan- keunikan itu membuat semua mata terbelalak karena terkesima. Setidaknya itu yang baru saja terjadi dengan saya sewaktu mengunjungi Acquaformosa beberapa waktu yang lalu. Tujuan awal hanya untuk menuntaskan tugas studi, saya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan  kali ini dengan mengenal lebih jauh kota Acquaformosa.


          Kota ini memang bukan tergolong kota besar dengan luas 22,71 kilometer persegi dan dihuni penduduk sebanyak 1.100 jiwa. Letak georafisnya juga seakan tersembunyi diantara bukit-bukit yang menjulang disekitarnya. Di kota yang notabene-nya menjadi tempat tinggal bagi para kaum minoritas  Arbëresh (etnis minoritas Albania) ini, kita akan melihat banyak pengaruh Albania di setiap sudut kota Acquaformosa. Mulai dari nama-nama di papan penunjuk jalan, monumen - monumen penting, semua ditulis dalam dua bahasa yakni Italia dan Albania. Kekaguman saya dengan kota ini kian menjadi-jadi sewaktu melihat  dinding-dinding rumah di kota ini banyak dipenuhi lukisan mural yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Saya seperti tersesat di negeri entah berantah dengan segala estetika kota ini. Setiap sudut disini seakan memiliki arti. Kejutan terus berlanjut ketika  saya menemukan produk-produk makanan dan Mate  (teh asli Argentina) buatan Argentina. Usut punya usut ternyata setelah perang dunia kedua, banyak imigran Argentina yang berdatangan ke Acquaformosa.

           Proses inkulturasi tiga negara yang terjadi dan melahirkan sebuah warna baru yang unik. Semua nuansa masa lalu tersebut seakan terekam pada lukisan-lukisan  mural di dinding-dinding rumah penduduk. Masyrakat Acquaformosa tak ambil pusing dengan semua isu krisis yang sedang menerpa negeri mereka. Keberagaman diantara mereka menciptakan sebuah perayaan hidup yang menyenangkan, di kota ini. Kota yang memiliki julukan Paese Fantasma (Negeri Hantu) karena keheneningannya yang melenakan. Disini tak perlu gemerlap lampu kota untuk merasakan gemerlap kehidupan kota atau bisingnya suara kendaraan untuk merasakan esensi sebuah kota pada umumnya, karena kota ini menawarkan suasana atmosferik yang siap menghisap siapapun untuk jatuh hati dengannya.


Dwinda.A.S
(09-06-2017)







        

No comments:

Post a Comment