Thursday, 13 April 2017

Jaguar Smile : A Nicaraguan Journey, Salman Rushdie

Saya sedang mencari buku yang tak terlalu tebal saat itu, sekadar pelepas penat diantara rutinitas mengamati batu-batu, lalu pergumulan mencari setan beserta kroni-kroninya juga mulai memerlukan sedikit rehat sementara. Hingga akhirnya saya melihat buku Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey yang ditulis oleh Salman Rushdie di rak buku perpustakaan kampus dan tanpa pikir panjang segera saya lahap habis seharian di perpustakaan saat itu juga.

Buku ini adalah karya non-fiksi yang ditulis Salman seusai mengunjungi Nikaragua pada Tahun 1987. Pengalaman perjalanannya selama disana, kemudian perjumpaannya dengan para politisi dan orang-orang penting kian memperlihatkan gambaran situasi politik Nikaragua di masa itu. Belum lagi dalam penggarapan buku ini, Salman baru saja kembali dari jeda panjangnya setelah proses penggarapan Satanic Verse . Buku ini juga memperlihatkan sisi akademis seorang Salman Rushdie  yang notabene-nya seorang ahli sejarah. Cara penuturan penggunaan bahasanya pun jauh lebih realis namun tetap sarkastik (seperti biasanya) sebagaimana gaya khas di dalam karya-karyanya. Salman menceritakan bagaimana Nikaragua saat itu benar-benar diguncang oleh kehadiran Amerika Serikat yang menentang gerakan beraliran kiri Sandinista National Liberation Font (FSLN). Kepemimpinan diktator Anastasio Somoza Debayle juga menjadi topik yang tak luput dalam pengamatannya. Nikaragua seperti target berburu "Jaguar-jaguar tirani".

Dalam buku non fiksi perdananya kali ini, ia cenderung menggunakan bahasa yang amat ringan. Sekiranya judul senyuman jaguar pada akhirnya terasa sebuah metafora. Metafora tentang sebuah "jaguar-jaguar tirani" yang diam dan kelaparan mencari mangsa di tanah Nikaragua. Mereka sedang tersenyum.


Dwinda.A.S
13-04-2017






No comments:

Post a Comment