Wednesday, 15 November 2017

Panettiere

Dopo il lavoro ho sempre il tempo di fermarmi in un pasticceria alla fine della strada. Soprattutto quando arriva l'autunno e questo ventre sconvolge più rapidamente la fame. Tu puoi trovare tanti varianze di pane.

Oggi era stata bruta giornata, perche brigata di sala davvero arrabbiato. Lui è un napoletano, sessanta anni. Sempre c'è una cosa che puo fare un casino nella cucina con lui. E oggi è il picco di tutta questa cosa assurda.

                                                                                                                                     
                                                                                                                                 

Saturday, 4 November 2017

Pada Malam Hari di Chili (Terjemahan)

                                                                             Oleh : Roberto Bolaño  
                                                                                 (Diterjemahkan dari Judul Asli: Nocturno de Chile)
                                                                             Penerbit : Debolsillo

Untuk Cantarina Lopez dan Lautaro Bolaño  


 "Lepaskan rambut palsu." - Chesterton


Sekarang aku sedang sekarat, namun banyak hal yang masih ingin kukatakan. Aku merasa tenang dengan diriku sendiri. Tenang dan damai. Namun semuanya tiba-tiba muncul. Pemuda itu adalah pelakunya. Aku yang tadinya merasa tenang. Kini aku tidak lagi tenang. Kita harus menjelaskan beberapa poin. Jadi aku akan bersandar pada satu siku dan mengangkat kepalaku, kepalaku gemetaran, dan menggali ke dalam sudut kenangan tindakan-tindakan yang membenarkannya dan karena itu menorehkan keburukan yang dialami  remaja belia itu menyebar dalam ketidak percayaanku pada suatu malam dalam gemuruh petir. Dugaanku memang tak pantas. Kaulah yang harus bertanggung jawab. Aku sudah mengatakan seumur hidup. Seseorang memiliki tanggung jawab atas kata-katanya dan keheningannya sekalipun, ya, untuk keheningannya, karena keheningan juga naik ke surga dan Tuhan mendengarkan mereka dan hanya Tuhan yang mengerti dan menghakimi mereka, jadi berhati-hatilah dengan keheningan tersebut.






(Terjemahan bersambung)

Sunday, 29 October 2017

Beware of Pity, Stefan Zweig

Seorang letnan muda terperangkap dalam dalam situasi yang pelik akibat rasa simpatinya sendiri kepada seorang perempuan. Ia tak pernah mengira jika undangannya kepada sang perempuan pada sebuah jamuan makan malam berbuntut panjang. Si perempuan ini notabenenya seorang putri bangsawan dengan kelainan di tubuhnya.

Ini bisa merupakan sebuah novel sejarah pada masa Austro-Hungarian. Kisah cinta yang ternyata hanya sebuah impresi dari si putri bangsawan semata. Alur cerita yang berjalan maju dengan tempo yang bisa dibilang lambat terasa seolah-olah menjaga rasa penasaran sepanjang cerita.

Diantara tokoh-tokoh menarik dalam cerita ini, sebenarnya sosok Tuan Von Kekesfalva yang cukup menarik. Ia berperan penting menjaga emosi dan ekspektasi pembaca sepanjang cerita. Dibalik sosoknya yang sudah tua dan tak selalu fit, maka hal itu yang membuat Letnan Hofmiler tak bisa memiliki pilihan banyak untuk keluar dari segala konflik yang tercipta oleh rasa simpatinya atas suatu kemalangan.

Ini sebuah novel tentang bagaimana sebuah rasa kemalangan ternyata bisa menjebak siapapun pada sebuah pilihan sulit. Sekalipun setiap manusia pasti akan selalu menjumpai hal-hal yang bisa membuat dirinya berempati, namun Zweig mengingatkan untuk tetap mewaspadainya jika  tak mau tersesat.

Dwinda.A.S
29-10-2017


Saturday, 21 October 2017

Time of The Hero, Mario Vargas Llosa

Ini sebuah kisah tentang kehidupan para kadet di akademi militer Leoncio Prado ; sebuah kisah tentang sekelompok 'geng' yang memberontak dari aturan militer yang kaku; sebuah kisah yang menjadi debut novel penulis besar Peru, Mario Vargas Llosa.

Leoncio Prado merupakan institusi pendidikan bagi pemuda-pemuda Peru. Mereka dididik dengan semangat dan nilai-nilai militer. Namun harapan itu tecoreng ketika sekumpulan kadet secara diam-diam membangkang dari segala aturan tersebut. Mereka menginginkan "kebebasan" untuk merasakan hal-hal yang tak bisa mereka dapatkan di akademi.dan mencoba meniru perilaku orang dewasa. Ketika letnan mereka tak ada, diam-diam mereka merokok, berjudi, dan puncaknya mencuri soal ujian tanpa sepengetahuan Letnan mereka.

Tempat  dimana seharusnya nilai-nilai militer ditanamkan, dan kedisiplinan dijunjung tinggi dibuat gempat tak kala sebuah skandal menghantam Akademi Militer Leoncio Prado ketika salah satu kadetnya melaporkan sebuah kasus pencurian soal ujian dan segala kenakalan para kadetnya. Hal itu membuat para Letnan pun murka dan merasa kecolongan atas tingkah kelakuan para kadet.


Kecerdikan Llosa merangkai plot nampaknya sukses menimbulkan rasa penasaran. Alasannya sederhana, tatkala ia tak secara gamblang memunculkan lakon utama pada awal cerita, dan hal itu tentu membuat para pembaca bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya sang tokoh utama. Hingga kemudian secara perlahan muncul sosok-sosok bernama The Jaguar, The Poet, The Slave dan The Boa. 

 Awalnya buku ini menuai banyak protes dan sempat menjadi kontroversi di Peru, karena buku ini dianggap pihak militer sebagai sebuah pelecehan. Mereka memutuskan untuk membakar “Las Ciudad y Los Perros” (judul asli buku ini yang sebenarnya berarti “The City and The Dogs”, yang mana hal itu justru menahbiskan Llosa sebagai salah satu penulis besar dari Peru, bahkan Amerika Latin.


Dwinda.A.S
21-10-2017

Sunday, 15 October 2017

O, Eka Kurniawan

                   Apa jadinya jika monyet  memiliki obsesi menjadi seorang manusia? Dirinya merasa sudah pantas untuk menjadi manusia. Bayangkan saja, setiap hari dirinya yang notabenenya topeng monyet keliling harus meniru segala perilaku manusia. Ketika kisah dibuka dengan sebuah kutipan yang diambil dari kisah hikayat seribu satu malam yang berbunyi, "Katakan kepadaku menjadi binatang apa kau ingin kuubah dengan sihirku?". Itu seperti sebuah mantra magis, dan nampaknya pertanyaan itu pula sebenarnya kisah ini berjalan.
                 Sebuah kegaduhan besar membuka cerita tatkala seekor monyet mengacungkan sebuah revolver ditangannya dan mengarahkan kepada dua orang polisi yang kelimpungan mengatasi kegilaan sang monyet, dan semua kegilaan itu menggiring cerita pada kisah-kisah yang tak kalah gila dari kegaduhan di awal cerita.
                  Di sebuah perkampungan bernama rawa kalong dimana tempat itu dipenuhi kawanan monyet-monyet liar, kemudian salah satu diantaranya bernama Entang Kosasih muncul dengan sebuah obsesi. Ia sebenarnya seekor monyet peliharaan sang majikan. Kesehariannya berkeliling dan menghibur masyarakat sebagai orkes monyet keliling. Namun tunggu kawan kisah ini tak sesederhana pertunjukan topeng monyet yang bisa dinikmati hanya dengan melemparkan uang kertas di pinggir jalan.
                  Hari demi hari berlalu dan sang monyet kian yakin jika dirinya akan segera menggapai obsesinya. Setelah semua upaya yang ia kerahkan untuk menjadi manusia, mungkin saja semua berakhir sia-sia atau malah menjadi kenyataan sesuai mantra magis yang terucap pada kutipan di awal.


Dwinda.A.S
15-10-2017

Friday, 6 October 2017

The Torrents of Spring, Ernest Hemingway

              Bisa dibilang jika ini adalah  salah satu karya yang unik. Hal tersebut terletak pada sang narator yang begitu seenaknya dalam bercerita, dan tak jarang curhat tentang keadaannya sebagai seorang penulis pemula, dan ini menjadi sebuah kisah yang menyenangkan untuk melihat karya awal Hemingway sebelum menjelma menjadi penulis besar.
            Buku ini berkisah tentang dua orang veteran perang yang sedang mencari sosok perempuan ideal yang mereka idamkan. Yang baru saja ditinggalkan istri dan anak perempuannya, sedangkan temannya juga tak kalah sial. Ia baru saja dicampakan seorang wanita perancis yang berpaling kepada seorang perwira Inggris. Usainya perang ternyata tak membuat hidup mereka bahagia dalam kehangatan seorang wanita, namun itu bukan perkara besar kawan, dab Hemingway paham betul caranya bersenang-senang di dalam kisahnya.
           Gara bercerita sang narator yang jenaka membuat suasana menjadi lebih mengalit. Sesekali ia meminta pembacanya untuk mempromosikan buku ini demi agar ia mampu menghidupi dirinya. Sesekali ia juga menceritakan beberapa rekan penulisnya yang berkunjung ke kediamannya, dan meledeknya. Rekannya tersebut adalah John Dos Passos dan Francis Scott Fitzgerald. Di dalam karya sederhana ini, Papa Hemingway mengajak pembacanya untuk bersenang-senang. Bahwasanya perang telah usai dan itu bukanlah waktunya bermuram durja karena cinta.


Dwinda.A.S
06-10-2017

Monday, 25 September 2017

The Mulatta and The Mister Fly, Miguel Angel Asturias

                 Suatu hari saya tersasar. Kala itu tak ada yang bisa saya andalkan untuk bisa pulang selain bertanya kepada penduduk setempat. Setelah berjalan cukup jauh, secara tak sengaja menemukan sebuah toko buku bekas. Saya putuskan untuk singgah sejenak dan melihat buku-buku yang dipajang.  Baru beberapa langkah mengamati, pandangan saya terhenti pada sebuah buku dengan gambar sepasang lelaki dan perempuan menyerupai suku maya yang ditulis oleh Miguel Angel Asturias. Saya hanya mengetahui namanya sebagai penerima nobel literatur dan juga bagian dari ledakan sastra amerika latin.                
                Mulatta and the Mister Fly bisa dikatakan bila sebuah novel crime fiction  ; bisa juga dikatakan novel horror. Kisah bermula ketika seorang pria memutuskan membuat perjanjian dengan iblis. Ironisnya, perjanjian tersebut harus mengorbankan seseorang yang dikasihinya, dan ditengah kemeriahan pekan raya itu pula ternyata iblis bersemayam, dimana orang-orang yang tengah larut dalam kemeriahan pesta seakan tak menyadari hadirnya iblis serta mahluk gaib yang bersemayam.
                Elemen-elemen mitologi, drama pembunuhan menghiasi yang kisah ini. Asturias menghadirkan ketegangan yang intens hingga menggiring pembaca pada sebuah kengerian yang tak berakhir. Pekan raya yang berlangsung meriah ternyata menyimpan sisi gelapnya seakan terasa seperti sebuah metafora. Metafora tentang gemerlap dunia yang fana dan kelam.

Dwinda.A.S
25-09-2017